Nasional, Pekanbaru - Sebanyak enam pegawai Rumah Tahanan Kelas II-B, Sialang Bungkuk, Pekanbaru diperiksa atas dugaan pemerasan terhadap narapidana. Pungutan liar merupakan penyebab Napi Kabur di Pekanbaru, 155 Orang Masih Buron  

Dua pejabat yang dicopot yakni Kepala Rutan Sialang Bungkuk Teguh Trihatmanto dan Kepala Pengamanan Rutan Taufik serta empat staf lainnya. Namun Ferdinand enggan menyebut sanksi apa yang bakal menanti keenam pegawai lantaran masih menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Kementerian Hukum dan HAM.

Ferdinand tidak membantah adanya tindakan yang sangat tidak manusiawi dilakukan oleh keenam pegawai tersebut seperti pemerasan dan penganiayaan terhadap tahanan. Namun demikian, ia tetap menganut asas praduga tak bersalah lantaran laporan yang diterimanya masih sepihak dari para narapidana.

"Tim masih melakukan pemeriksaan sedetil mungkin agar semua terbongkar, kami masih menunggu hasilnya," ucapnya.

Baca: Lima Kasus Kerusuhan Narapidana di Penjara Indonesia 

Ferdinand menyatakan pelayanan di Rutan Sialang Bungkuk telah berbenah sebaik mungkin pasca kerusuhan Jumat siang, 5 Mei 2017 yang berujung kaburnya 448 narapidana. Ia menjamin tidak ada lagi pungutan liar terhadap narapidana maupun keluarga tahanan yang akan membesuk.

Ferdinand mengaku telah mengganti seluruh pegawai yang bertugas di rutan dengan pegawai yang baru untuk memberikan pelayanan terbaik kepada tahanan. "Semua sel sedang perbaikan dan berjalan dengan baik, saya jamin tidak ada lagi pungli," kata Ferdinand.

Baca:  Pungli Picu Napi Pekanbaru Kabur, Yasonna: Perilaku Ini Biadab 

Sebelumnya, lebih dari 200 Lima Kasus Kerusuhan Narapidana di Penjara Indonesia