Nasional, Yogyakarta - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) belum melakukan penyikapan berkaitan dengan rencana pemerintah membubarkan Disebut Usung Konsep Khilafah di Indonesia, Ini Pengakuan HTI

Salah satu alasannya, menurut Hilman kampus adalah lembaga akademik. Tindakan pelarangan bukan menjadi solusi dan langkah penting. “Justru kalau dilarang dikhawatirkan menimbulkan militansi mereka,” kata Hilman.

Langkah merangkul dan memberikan edukasi kepada dosen, staf, maupun mahasiswa yang berafiliasi dengan HTI di kampus UMY adalah jalan yang dipilih. Antara lain melalui kegiatan Baitul Arqam atau pengkaderan tentang nilai-nilai kemuhammadiyahan yang dilakukan rutin setahun sekali. Maupun pengajian rutin enam bulan sekali.

“UMY itu kampus Muhammadiyah. Jadi mereka (HTI) harus mengerti dong, nilai-nilai kemuhammadiyahan yang ditanamkan di sini,” kata Hilman.
Simak pula : Hizbut Tahrir Indonesia, Dari Dakwah hingga Tudingan Radikalisme

Meskipun diakui Hilman, ada kurang dari 10 orang dosen UMY yang bergabung dengan HTI. Namun sejauh ini mereka tidak bersikap terang-terangan. “Kecuali kalau mereka melakukan perilaku yang meresahkan, seperti demonstrasi di kampus. Tentu adaa tindakan tegas,” kata Hilman.

PITO AGUSTIN RUDIANA