Bisnis, Jakarta - Bursa saham Tokyo berakhir turun pada Kamis, 16 Februari 2017 setelah penguatan yen mengakibatkan saham-saham eksportir melemah. Daya ekonomi yang kuat dari Amerika Serikat membuat anjloknya indeks Nikkei tak terlalu dalam sehingga membuat pasar tetap optimistis.
Indeks Nikkei-225 di Bursa Efek Tokyo kehilangan 90,45 poin atau 0,47 persen dari penutupan Rabu (15 Februari 2017) menjadi berakhir di 19.347,53 poin.
Baca: IHSG Berbalik Merah, Faktor Internal Ini yang Ditunggu Pasar
Sementara indeks Topix dari seluruh saham papan utama merosot 2,62 poin atau 0,17 persen menjadi 1.551,07 poin, seperti dilaporkan Xinhua.
Saham-saham penting yang mengalami penurunan pada penutupan perdagangan terdiri instrumen presisi, pulp dan kertas, serta transportasi darat.
Baca: Emiten: AUTO Buka Investasi Baru, PTPP Incar Rp 21 Triliun
Secara keseluruhan, saham-saham yang menurun melampaui saham-saham yang naik, dengan perbandingan 1.045 saham terhadap 774 saham di papan utama.
Volume perdagangan di papan utama mencapai 2.027,94 juta saham, turun dari volume Rabu (15 Februari 2017) sebanyak 2.104,59 juta saham, dengan nilai transaksi mencapai 2.254 miliar yen (19,79 miliar dolar AS).
ANTARA
0 Response to "Indeks Saham Tokyo Turun 0,47 persen"
Posting Komentar