Dunia, Jakarta - Sebelas orang dilaporkan tewas dan 23 orang lainnya luka-luka akibat cuaca buruk yang terjadi di negara bagian Georgia, Amerika Serikat, Senin, 23 Januari 2017. Gubernur Nathal Deal mengatakan, ada tujuh distrik di selatan Georgia yang dinyatakan darurat.
"Badai ini telah menghancurkan pemukiman di South Central Georgia dan pemerintah berusaha membuat semua sumber daya tersedia ke daerah-daerah yang terkena dampak," kata Gubernur dalam sebuah pernyataan seperti dikutip BBC, Senin, 23 Januari 2017.
Baca juga:
Nenek dan Empat Cucunya Tewas Terseret Banjir di Texas
Koroner Cook County, Tim Purvis mengatakan banyak rumah warga hancur akibat dihantam tornado pada Ahad, 22 Januari 2017 dini hari waktu setempat di taman dekat Kota Adel.
Purvis memperkirakan, ada sekitar 40 rumah yang hancur. Hingga saat ini, pihaknya masih terus berupaya mencari korban selamat.
Dalam akun twitternya, Badan Pemantau Cuaca Nasional (NWS) di Atlanta/Peachtree menyatakan, kemungkinan badai tornado masih akan terjadi selama beberapa waktu ke depan, khususnya di sekitar perbatasan antara Florida dan Georgia. Sementara itu, selama 24 jam terakhir, badai juga disertai dengan hujan seukuran 13,6 sentimeter tengah berlangsung di kota Charlotte.
NWS juga mengimbau masyarakat bersembunyi di ruang bawah tanah untuk sementara waktu dan menghindari jendela, pintu dan dinding luar selama badai masih berlangsung di Georgia. Otoritas setempat juga memperingatkan kemungkinan terjadinya banjir bandang yang sanggup menyapu orang dan mobil yang berkeliaran di jalan.
INGE KLARA | BBC
0 Response to "11 Orang Tewas Akibat Badai Tornado di Georgia, Amerika"
Posting Komentar